Selasa, 12 Februari 2013

SECANGKIR & SEGELAS KOPI


Secangkir dan Segelas Kopi

Kehidupan itu memang terkadang dimulai dari hal – hal yang tolol, yah setidaknya konyol dan kekonyolan dalam kehidupan. Banyak orang berpikir kehidupan itu adalah waktunya bersantai walaupun sebagian orang tak begitu, gue coba menelaah dalam mata keranjang gue ( kok?? ) manusia yang berkualitas ternyata dapat dibedakan dengan caranya meminum kopi. Percaya atau tidak, memang itulah kenyataannya. Setiap manusia dilahirkan sebagai pemenang, kita dulu waktu masih berbentuk cairan mani ( Sperma ) kita berlomba dengan saudara – saudara kita yang hidup dari akhir segala kenikmatan ( pas nikmat, kita keluar kan??/ hahahha #GayaTolol) kita berlomba untuk mencapai daerah baru, dan akhirnya kita menang, lalu lahir kita di dunia yang penuh rekayasa ini ( gimana enggak, mana ada mie yang dibuat dari tepung jadi rasa soto, rasa rendang, rasa kari, rasa sambal goreng, itu semua rasa rekayasa). Saat kita lahir semua orang menyambut kita dengan suka cita, lalu kenapa kita menangis? Banyak pendapat ada yang bilang gara – gara kita lahir, kita gak pake baju, kita lahir penuh darah jadi kelilipan mata, pas didalam kandungan gak pernah makan nasi, dan sebagainya.

Pas lahir dan dewasa kita dituntut dengan segala tuntutan yang ada yakni menjadi pemenang untuk diri sendiri. Lalu apa hubungannya dengan judul gue? Ummm pertamanya juga gue bingung, lalu gue tarik kesimpulan, bahwa kita bisa menilai apakah kita sudah jadi pemenang dengan cara menilai bagaimana kita minum kopi.

Percaya atau tidak, pertama nih, dari minum kopi bisa terlihat kualitas seseorang. Begini ngeliatnya :

1.      Tempat dimana kopi itu disajikan
Di cangkir atau digelas?? Pasti loe semua udah bisa membedakan berkelas mana, yang minum kopi di cangkir atau digelas,

2.      Cara minum kopi
Ada yang minum kopi pelan – pelan ada yang minum kopi seperti minum air putih. Nah berkelas mana? Gue yakin u pasti bisa menebak

3.      Tempat minum kopi
Semakin mahal tempat minum kopi menandakan semakin tebal kantongnya atau dompetnya atau tabungannya atau terserah loe mau anggep apah

Jadi kopi selain sebagai penghangat di kala hujan, juga mampu membedakan kasta manusia juga yah?? Hehehehe percaya atau enggak terserah loe semua. AR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar